Kamis, 10 Maret 2016

Pantai Pangi, Sensasi Pantai Tersembunyi di Kabupaten Blitar

Blitar sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Timur. Kota atau kabupaten Blitar merupakan tanah kelahiran tokoh proklamator Indonesia. Selain itu Blitar juga menyimpan banyak cerita sejarah, organisasi PKI, pemberontakan, bahkan bangunan-bangunan tua zaman Belanda pun masih terjaga sebagai bukti bahwa Blitar memang adalah kota bersejarah bagi perkembangan bangsa Indonesia.
Di samping sebagai kota sejara, Blitar menyimpan berbagai destinasi wisata yang menarik, baik itu pantai, bangunan tua, makam tokoh sejarah, candi, gua, dan sebagainya.
Pada kesempatan kali ini yang menjadi pembahasan dalam artikel singkat ini adalah pantai Pangi yang mana sebagai pantai yang masih sepi dan tidak begitu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Meskipun pantai Pangi termasuk pantai yang cukup indah dan layak untuk dikunjungi.
Pantai yang lokasinya tidak berada jauh dari Pantai Tambak Rejo, namun pantai pangi ini bisa dibilang masih sangat sepi dan masih benar-benar bersih. Pantai yang terletak tidak jauh dari lokasi goa Umbultuk ini memberikan sensasi pantai yang sepi dan bersih. Selain itu, untuk memasuki pantai ini tidak dikenakan biaya retribusi seperti apabila Anda akan berkunjung ke pantai Tambakrejo. Hanya dikenakan biaya parkir kendaraan saja.

Pantai Pangi sangat cocok untuk kegiatan kamping atau berkemah, karena suasananya yang teramat sepi dan tenang, tidak banyak pengunjung yang mengunjungi pantai ini. Hal ini dikarenakan lokasinya yang masih jauh dari pusat keramaian. Selain itu, pantai ini msih belum memiliki akses jalan yang jelas, aspal yang masih rusak, fasilitas seperti wc ataupun kamar mandi.
Pantai yang masih alami dan terjaga ini sebenrparnya memiliki jalur yang hampir sama dengan pantai Tambak, hanya saja ketika sampai Bakung kita harus berhenti, mengikuti arah ke gua Umbulutuk. Senasi jalan yang menanjak menjadi hiburan tersendiri bagi yang suka berkendara menggunakan motor. Sampai di monumen Pancasila ikuti saja jalur yang ada. Namun, alangkah baiknya jika Anda bertanya dulu pada warga sekitar kiranya menemukan jalan bercabang.
Sebwlum ke pantai kita akan menuruni bukit menuju sungai. Di sini kita dihadirkan sungai yang amat jernih, dimana kita bisa melihat pasir berwarna putih dan hitam pertanda pantai yang mengandung tanah berkomposisi timah hitam dan biji besi yang amat jarang kita temui di pantai lain di Indonesia. Sesampainya menyebrangi sungai, kita naik bukit sebentar, menyusuri perkebunan tebu. Setelah itu kita sampai pada hamparan pasir putih yang diselingi ombak cukup besar ala pantai selatan bak kita memiliki pantai pribadi yang cukup menawan.
Saya sarankan ketika ke sana, Anda datang pagi sehingga bisa menghabiskan waktu seharian bersama orang yang Anda sayangi. Tak lupa saya mengingatkan agar membawa bekal makanan dan minuman karena Anda akan jarang menwmui penjual makanan atau minuman yang berada di tempat tersebut.
(anz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar