Minggu, 25 November 2018

Driver IP2770

https://drive.google.com/file/d/0B7P2_eXJg1wURkg4UmNMZHVEZ00/view?usp=drivesdk

Selasa, 06 November 2018

Kerendahan Hati Kita?

Diawali dengan kerendahan hati, pada pelosok kota yang luar biasa luasnya, maka manusia tak akan ada apa-apanya. Hanya saja terkadang perasaan sombong masih menyelimuti dari jati diri manusia sebagai makhluk ciptaan Allah.
Dan dikatakan dalam Al Quran,
Ţāhā:111 - Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.
Lalu apakah kita masih sudi dikelompokkan pada golongan orang zalim? Tidak, kita adalah jiwa yang rendah, bahkan harus merendahkan diri pada Sang Pencipta.
Kita menyadari Nabi Muhammad SAW yang jadi panutan umat, tetap bersikap bahwa tak ada yang lebih baik dari Sang Pencipta.
Marilah pada malam ini, kesempatan ini, agar diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan ikhlas, bukan menjadi golongan orang-orang zalim.
(ad)

Minggu, 14 Oktober 2018

Kembali pada Jati Diri

Sedetik, beberapa detik, kita merenung dalam keadaan yang masih baik, adakah dalam benak kita berpikir, sudah pantaskah diri kita?
Meletakkan diri pada keadaan yang sepantasnya, pada diri yang kaffah.
Pada hakikatnya kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Pada suatu kesempatan difirmankan oleh Allah,
Al-'A`rāf:26 - Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
Hal yang paling pantas, ialah mengembalikan jati diri pada keberadaan manusia, pada ketakwaan terhadap Allah semata. Semoga kita dijadikan manusia yang selalu menjaga ketakwaan pada Allah, amin.
(ad)

Selasa, 09 Oktober 2018

Usia dan Waktu

Beberapa waktu lalu seorang kawan bercerita tentang kabar duka. Sesekali kawan berkata, "Baru kemarin saya bertemu, beberapa saat kemudian kabar duka, tak disangka usianya sangat singkat."
Beberapa orang tua memberikan petuah hidup, hidup hanyalah mampir sejenak. Dan bagaimana dalam hidup, menjalani dengan sepenuh hati, hanya berdasarkan apa yang dilakukan, amal yang diperbuat. Bolehlah berangan lebih, tapi harus ingat, semua didasarkan pada keyakinan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah pun menakdurkan pada manusia, kapan dia berawal, kapan diakhiri.
Disampaikan oleh Allah SWT dalam surat (Fāţir):11 - Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Sedikit merenung, apa arti usia dan waktu hanyalah untuk beribadah pada-Nya.

(ad)

Jumat, 05 Oktober 2018

Mawas Diri

Ada beberapa kejadian, ada beberapa peristiwa yang harus menjadi koreksi diri. Iya, koreksi diri kita. Mengapa kita perlu mengoreksi diri kita? Padahal kita sendiri adalah pribadi yang bisa membuat sesuatu yang dinamakan kemauan, kita bisa makan karena lapar. Kita bisa pintar karena belajar, kita bisa tidur karena rasa kantuk.
Tak ada batasnya dalam mengoreksi diri sendiri. Menjadi pribadi yang baik tak harus menunggu sampai batas maksimal. Tatkala manusia sudah baik, sudah solat, bukankah tak ada salahnya misalkan, menambahkan jatah solat sunnah selain solat fardhu?
Seorang nabi pun selalu mengoreksi diri, bahkan sebelum beliau tidur, selalu mengoreksi seberapa besar dosa yang Ia perbuat dalam satu hari, setiap malam, setiap sebelum tidur.
Disebutkan dalam surat ('Āli `Imrān):15 - Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Sobat, pembaca yang dirahmati Allah, marilah kita menjadi pribadi yang tentunya mengoreksi diri, tatkala di setiap perbuatan bukanlah atas dasar penilaian makhluk, namun karena Allah semata.
Wallahualam
(an)

Jumat, 07 September 2018

Mengamati Senja dan Bersyukur

Pada suatu sore, amatilah senja. Bayangkan seandainya mata kita tak melihat. Pergantian siang menjadi malam adalah proses yang patut kita syukuri, terlebih mata untuk melihat, melihat tanda kebesaran Allah SWT.
Firman Allah:
Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):10 - Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
Lalu apakah kita melalaikan itu? Sungguh kita manusia yang teramat kecil dan amat rendah. Maka dari itu, seandainya senja adalah tanda kebesaran, pastikan kita tak mengkufuri nikmat-Nya.

(ad)

Minggu, 27 Mei 2018

PERTANYAAN RASULLULLOH SAW


Assalamu alaikum wr.wb.
Selamat sahur di bulan ramdhan ini...
 
Ketika Aisyah r.a menghidangkan makanan kesukaan Rasulullah yaitu paha domba (kambing)

Rasulullah bertanya:

”Wahai Aisyah, apakah sudah engkau berikan kepada Abu Hurairah tetangga kita ?

Aisyah menjawab:

“Sudah ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bertanya lagi:

”Bagaimana dengan Ummu Ayman?”

Aisyah kembali menjawab:

“Sudah ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bertanya lagi tentang tetangga-tetangganya yang lain, adakah sudah di beri masakan tersebut, sampai Aisyah merasa penat menjawab pertanyaan-pertanyaan Rasulullah.

Tanda Rasulullah tidak perna bosan untuk memeberi dan tidak pernah kesal dan marah saat di minta. (Bagaimana dengan diri kita..?)

‘Aisyah kemudian menjawab:

"Sudah habis ku berikan, Ya Rasulullah ... yang tinggal apa yang ada di depan kita saat ini ..."

Rasulullah tersenyum dan dengan lembut menjawab:

”Engkau salah Aisyah, yang habis adalah apa yang kita makan ini dan yang kekal adalah apa yang kita sedekahkan."

(HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda:

"Kelak di hari akhirat manusia akan berkata, 'Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal:

* Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran.

*Apa yang ia pakai akan menjadi rusak.

*Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya."

(HR. Muslim)

Semoga kisah mulia ini menjadi inspirasi, khusus biat alfaqir dan buat kita semua ...
Karena, di dalam rezeqi kita ada Hak mereka ...

Ibnu Quraisy

Dari kajian oleh Bagus Ilham Firmansyah

Kamis, 24 Mei 2018

Teman Ideal Dunia Akhirat


Ada teman yg datang saat kita senang dan menjauh saat kita jatuh. Ada teman yg hanya memuji untuk ABS (Asal Bapak Senang). Ada juga teman yg bisanya memberikan kritik tanpa solusi. Itu semua menjadi teman yg  semu di dunia.
Carilah teman yg jujur dalam berujar. Teman yang mau memberikan petunjuk ke jalan yang benar. Teman yang bisa menjadi obat saat sakit. Teman yang mau membantu saat terjatuh untuk bangkit.
Kita akan dapat teman ideal dunia dan akhirat.  Itulah Al Quran yg tak lapuk dimakan zaman. Bisa menjadi pengobat, menjadi petunjuk, dan penenang hati. Semakin dekat dengan Al Quran, semakin berlama lama dengan Al Quran, hati sejuk dalam siramat rahmat Tuhan.
"Aku tinggalkan dua perkara untukmu. jika engkau berpegang teguh kepada keduanya, akan selamat selamanya, yaitu Al Quran dan Kitab Rasul." (Hadits)

#RamadhanIndah

Bagus Ilham Firmansyah

Selasa, 06 Maret 2018

Kami dan Secuil yang Kami Bisa

Andaikan semua bisa dikatakan dengan ayat-ayatnya, maka kami pun akan menyampaikannya. Hanya saja sedikit usia kami, pendeknya kehambaan kami.
Dan kami hanya dapat sedikit berbagi. Masya Allah, Subhaanallah...

 Hasil gambar untuk membaca al quran



klik link ini jika dialihkan https://youtube/DSweKcgbQpw