Seorang pemuda yang hidup di perkebunan kelapa sawit, seorang anak buruh petik dan angkut sawit di sebuah daerah terpencil di Indonesia berani bermimpi. Ia membuktikan bahwa dirinya juga mampu bersaing dan menjadi sukses.
Semasa kecil pemuda ini hanyalah seorang anak biasa. Pada masa kecil ia hanyalah siswa biasa yang sekolah di sebuah SMP yang juga tak ada bedanya dengan daerah terpencil lain.
Suatu saat seorang guru Bahasa Indonesia meminta anak tersebut untuk menulis sebuah karangan narasi tentang cita-cita. Anak yang memang sangat suka pelajaran Bahasa Indonesia ini menulis karangannya dengan cekatan, dengan bahasa yang lugu, selugu usianya.
Apa yang ia tuliskan di dalam karangan tersebut? "Aku ingin menjadi seorang pengusaha kelapa sawit yang sukses." Membayangkan seorang anak buruh sawit punya pemikiran seperti itu membuat sang guru heran. Apa mungkin anak seorang buruh bisa menjadi pengusaha sukses?
Sekelas pun mendengarkan cerita anak tadi, sontak seluruh kelas pun menertawainya. "Mana mungkin kau bisa mewujudkan mimpimu? Sadar diri, kita semua di sini hanya anak buruh sawit."
"Sudahlah nak, kau hanya seorang anak buruh, tak mungkin cerita seperti ini sesuai untukmu," timpal guru tadi. Sembari memberikan hasil tulisan anak tadi yang dianggapnya jelek dengan tulisan angka C.
"Aku akan buktikan Pak, aku bisa menjadi pengusaha sawit seperti yang aku harapkan." Jawab sang anak.
Perasaan tersebut, perasaan kecewa atas respon teman dan guru, tak membuatnya berpatah hati, ia mengubahnya sebagai pelecut semangat agar cita-cita yang impikan bukanlah hanya sebuah cita-cita yang ia harus pendam.
Beberapa tahun kemudia, sebuah acara di metrotv mengisahkan feature ini ke dalam reality story," Kick Andy". Tahukah Anda? Siapakah yang menjadi bintang tamu dalam acara tersebut? Dialah sang anak buruh sawit yang kini mendulang sukses sebagai pengusaha sawit terbesar di daerahnya.
(anz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar