Minggu, 28 Februari 2016

Pelaksanaan Ujian Sekolah SMA-SMK se-Jombang

Mec - Sesuai dengan selebaran yang diberikan oleh Dinas Pendidikan bagi sekolah SMA maupun SMK se-Jombang. Sesuai dengan kalender pendidikan maka tanggal 29 Februari 2016 ujian sekolah dilaksanakan serentak, termasuk oleh lembaga MEC Education sendiri, SMA maupun SMK Muhammadiyah Mojoagung.


Program jurusan IPA dan IPS, program kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan dan program akuntansi juga melaksanakan kegiatan tersebut pada hari Senin ini. Tampak siswa melaksanakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan serius, karena kegiatan ini disesuaikan dengan pelaksanaan seperti prosedur UN, sebagai bentuk pembiasaan siswa mengikuti UN pada tanggal 4 April 2016.
(Anz)

Dakwah Silaturrahmi, Eksistensi Keutuhan Ummat Semenjak Dini


MEC Education News - Sebagai bentuk sosial masyarakat di Indonesia salah satunya adalah bersilaturrahmi dan bercengkrama dengan masyarakat atau manusia lain. Ya, itulah salah satu misi yang diemban oleh MEC Education Center kepada peserta didik melalui kegiatan dakwah silaturrahmi. Salah satu cara yang sudah dibudayakan di sekolah SMA Muhammadiyah maupun SMK Muhammadiyah Mojoagung.
Program kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2016 tepatnya hari Minggu, bertempat di rumah Waka Kesiswaan Bapak Yusuf Ali Sabana di desa Selorejo, Mojowarno. Acara ini dibuka oleh bapak kepala SMA/SMK Muhammadiyah Mojoagung Bapak Haji Abdul Qodir dan Bapak Haji Bambang Setiawan, yang mana diikuti pula oleh guru, siswa SMA maupun SMK Muhammadiyah Mojoagung. Acara yang berlangsung rutin ini mendapat sambutan yang menarik dari berbagai pihak khususnya masyarakat sekitar yang mana sangat mendukung berlangsungnya acara tersebut agar selalu berjalan dan terprogram tiap semester.



Acara dakwah silaturrahmi ini sendiri sudah berlangsung rutin semenjak sekolah ini berdiri, bahkan semenjak lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah didirikan, mengingat pentingnya manfaat dari terlaksananya acara tersebut, bukan tidak mungkin akan terjadi kedekatan satu sama lain hingga semakin dekatlah kekeluargaan keluarga besar Muhammadiyah Education Center, baik dengan sesama siswa, guru, maupun dengan masyarakat pada umumnya.
(Anz)

Sabtu, 27 Februari 2016

Study Tour 2015 (Bromo dan Tengger)


Study tour bukanlah hanya sebuah acara jalan-jalan yang didominasi dengan tujuan hiburan semata. Tahukah Anda? Study tour yang digawangi oleh Bapak Tata Arief Rahmanto, S.Sos, merupakan acara yang menarik untuk diikuti siswa SMA Muhammadiyah 2 Mojoagung. Bertajuk acara mengunjungi dan memahami kultur budaya warga sekitar Bromo ini, acara pun dikemas menarik. Memahami dan bercengkrama dengan ketua atau petinggi adat pun dikenalkan di dalam acara ini.




Apa yang menarik lagi adalah bagaimana kita bisa merasakan kehidupan masyarakat di sekitar lereng gunung Bromo, menikmati sekitar kawasan lautan pasir, merasakan deburan dan gemuruh kawah Bromo, sungguh perjalanan yang jarang ditemui oleh siswa.
Kegiatan pun tak lupa dibumbui dengan menikmati ojek offroad ala gunung Bromo, dengan mengendarai Jeep Jimny yang menyusuri jalanan curam dan lautan pasir gunung Bromo, menerjang jalan bergelombang, serasa sensasi offroad yang ada di televisi.
Acara ditutup dengan bercengkrama dengan petinggi adat suku Tengger asli, sesepuh adat, dan para pemuka budaya yang mana merupakan pelestari budaya Tengger. Kami pun diajak untuk mengikuti pengenalan terhadap budaya bakar jenazah, wiiih serem, yang mana sudah lama tidak difungsikan secara nyata namun menggunakan replika manusia yang berasal dari semacam daunan sejenis kelapa yang tumbuh di sekitar gunung Bromo.
(Anz)

Pisang Jumbo ( Raksasa) Asal Papua



TRIBUNKALTIM.CO - Pisang raksasa, yakni pisang terbesar di dunia yang tumbuh di Papua dan Papua Nugini, bernama Musa ingens. Tumbuhan khas hutan tropis yang habitatnya di dataran tinggi, 1.350 - 1.800 meter dari permukaan laut.
Musa ingens betul-betul pisang raksasa. Musa diduga berasal dari kata Sansekerta Muca, melalui Latin dan Arab. Dan ingens berasal dari bahasa Latin dan berarti besar, berlebihan.
Tumbuhan jenis herbal dan pisang terbesar di dunia. Di Indonesia, Musa ingen ditemui di pengunungan Arfak, Papua Barat.
Sebagaimana diunggah portal myjunglegarden.com, pisang Musa ingens bapat tumbuh hingga setinggi 15 meter, dan lingkar batang mencapai 2 meter.
Kelopak daunnya tampak licin seperti lilin, yang bagian bawahnya berwarna kemerahan.
Daunnya bisa sepanjang 5 meter dan lebar 1 meter. Pangkal pelepah sepanjang hingga 60 cm.
Musa ingens merupakan pisang langka yang sangat dicari banyak orang pencinta pisang di dunia.

Kimono Muslim? Bukan Hal yang Tidak Mungkin Kok



Jakarta (ANTARA News) - Jepang mengincar pasar fashion muslim Indonesia lewat brand Fukusa: Chiharu Collection yang menggabungkan konsep kimono dengan busana muslim.
"Kami membuat baju muslim dari bahan kimono," kata Shinichi Orita, perwakilan dari Fukusa: Chiharu Collection dalam konferensi pers Japan Wave Expo 2016 di Jakarta, Jumat.
Dalam peragaan Chiharu Collection memamerkan dua tampilan busana longgar yang potongannya terinspirasi dari kimono. Motifnya bunga-bunga berwarna pastel yang kental nuansa Jepang.
Kimono yang berpotongan longgar dan menutup sebagian besar anggota tubuh dianggap mirip dengan fesyen muslim. Selain Chiharu Collection, Jepang mendatangkan belasan brand fesyen dalam Japan Wave Expo 2016 untuk mengadakan pertemuan B2B dengan pihak lokal.
Brand-brand itu meliputi OLIVE des OLIVE, MICOAMERI, Chedel, FIG & VIPER, 20.000.000 FRAGMENTS, IMARI, FUKUSA, Fukusa: CHIHARU Collection, SOEJIMA ISAO SHOTEN, Earsh Gold, Kajikinran, T -by GASBook, Bobson, Subciety dan SBCY Sport & TOKYO POSTEXCHANGE.
Koleksi busananya bervariasi, mulai dari kasual, feminin, nuansa militer hingga sporty. "Di Indonesia sudah banyak otomotif dan elektronik Jepang, kami harap budaya Jepang juga dikenal di sini," ujar President Director Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia Daiki Kasugahara.
Japan Wave Expo 2016 menghadirkan kolaborasi antara bisnis, fesyen dan musik dalam perhelatan perdana di Central Park dan Tribeca Park Jakarta pada 26-28 Februari.
Acara ini juga berisi girlband baru Yoshimoto Indonesia yaitu ABC dengan Amour Mico, Faint Star, Hiroaki Kato, Rei Narita, Teenebelle dan Tulus dalam Hyper Wave Festival.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Jumat, 26 Februari 2016

Alutsista : Mengenal Pesawat Tempur F-16 Block 52ID TNI AU





Tahun 2011 lalu Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sepakat dalam kerjasama militer berupa hibah plus upgrade 24 unit F-16 Block 52ID untuk Angkatan Udara Indonesia dengan nilai kontrak sekitar $700 Juta. 3 unit dari 24 unit F-16 Block 52ID ini sudah tiba di Indonesia bulan Agustus lalu, dan 6 unit akan segera menyusul tiba di Indonesia pada bulan Oktober 2014 ini dan direncanakan akan tampil di perayaan HUT TNI di Surabaya Oktober nanti. Lalu seperti apa sih sosok alutsista Pesawat Tempur teranyar TNI AU ini?
Proses Panjang F-16 Hibah
Proses hibah F-16 bekas dari Amerika ini sendiri sudah melalui proses panjang dan melalui banyak pro dan kontra di Indonesia. Pada awalnya Pemerintah Indonesia ingin membeli 6 unit F-16 Block 52 baru dengan dana sekitar $430 Juta untuk melengkapi 10 unit pesawat tempur F-16 Block 15 OCU yang telah di miliki Indonesia sebelumnya. Namun ditengah jalan, ada tawaran cukup menggiurkan dari Amerika dimana Amerika menawarkan Hibah 24 unit airframe pesawat tempur F-16 Block 25 bekas yang sudah tidak operasional dan sudah disimpan di AMARG (fasilitas penyimpanan pesawat tempur non aktif Amerika). Hibah 24 unit F-16 Block 25 bekas plus 4 unit F-16 Block 25 dan 2 F-16 Block 15 sebagai saprepart ini, semuanya gratis. Namun 24 unit F-16 ini harus di upgrade dari standard Block 25 menjadi setara dengan F-16 Block 32 dengan biaya upgrade yang sama dengan anggaran sebelumnya yaitu sekitar $430 juta.
Namun belakangan, ketika Kemenhan dan User bertemu dengan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dalam siding membahas Opsi Hibah F-16 ini, opsi upgrade yang sebelumnya hanya direncakan untuk setara Block 32 di naikkan menjadi setara Block 52 dengan kenaikan dana upgrade menjadi sekitar $700 Juta. Hal ini akhirnya menjadi keputusan final dimana rencana awal membeli 6 unit F-16 Block 52 baru diganti menjadi Hibah plus Upgrade 24 unit F-16 setara Block 52. Pertimbangan utama dipilihnya Hibah Upgrade 24 unit F-16 setara Block 52 ini dibandingkan 6 unit F-16 Block 52 baru adalah pertimbangan pentingnya mengejar kuantitas dibandingkan kualitas mengingat luasnya wilayah Indonesia dan minimnya jumlah pesawat tempur TNI AU.
Spesifikasi Teknis Pesawat Tempur F-16 Block 52ID
Belakangan setelah 3 unit pesawat tempur setara block 52 ini tiba di Indonesia, pihak Indonesia memberikan nama resmi F-16 Block 52ID untuk pesawat hibah upgrade untuk Indonesia ini. Namun nama resmi F-16 Block 52ID sedikit mendapat komentar dari pihak Amerika selaku negara Produsen dimana pihak Amerika menjelaskan nama resmi pesawat tempur hibah ke Indonesia ini adalah F-16 Block 25ID bukan F-16 Block 52ID karena memang pesawat tersebut berasal dari Block 25 bukan dari block 52. Pihak Amerika berasalah penamaan F-16 Block 25ID ini bertujan agar tidak membingungkan karena memang beasal dari Block 25. Kalau menggunakan nama Block 52ID seolah olah itu adalah pesawat yang berasal dari Block 52.
Terlepas dari pro dan kontra penamaannya, menjadi pertanyaan kita bersama adalah Benarkah F-16 Hibah ini setara Block 52? . Dalam blog Analisis Militer sudah dibahas sejak tahun 2012 lalu. Namun gambaran besarnya adalah dalam beberapa aspek pesawat tempur hibah ini cukup setara dengan block 52 bahkan dengan Block 52+ sekalipun. Namun di beberapa aspek lainnya, pesawat tempur hibah ini masih menggunakan komponen standard untuk F-16 Block 25.
Situs komunitas pembaca majalah Angkasa, ARC menyebutkan bahwa dari sisi avionik, kemampuan F-16 C/D Blok 25 Upgrade itu telah mengalami peningkatan kemampuan signifikan. Dari data yang dikeluarkan Kementrian Pertahanan pada beberapa waktu yang lalu, terlihat jelas sejumlah modifikasi dan peningkatan itu. Diantaranya adalah pemasangan Modular Mission Computer, Digital Video Recorder, IDM, dan lainnya. Di kokpit sejumlah sentuhan modernisasi juga dilakukan. Diantaranya pemasangan Common Color Multifunction Display, NVIS cockpit dan lainnya.

Kamis, 25 Februari 2016

Rio Haryanto Jalani Debut di Manor Racing



Perjuangan anak negeri untuk membalap di F1 terwujud. Seorang pebalap Indonesia yang masih 23 tahun ini menjadi pebalap Indonesia pertama yang menjadi salah satu peserta F1 atau tepatnya balap mobil nomor satu dunia!
Akhirnya segala perjuangan yang ditempuh tersebut mendapat antusias dari salah satu tim F1 Manor Racing Team. Pengorbanan baik materi maupun moril sudah dijalani, itulah bukti keseriusan seorang anak negeri yang akhirnya !enuai hasil yang diimpikan.

Rio Haryanto ternyata bisa menjalani debutnya di Formula One (F1) lebih cepat. Pembalap Manor Racing itu akan menjajal mobil MRT05 pada Selasa sore (23/2/2016) waktu setempat atau malam waktu Indonesia.
Awalnya Rio dijadwalkan bakal turun di Sirkuit Katalunya pada Rabu (24/2/2016) besok. Namun Manor memutuskan memberikan sesi bagi Rio pada siang hari, setelah Pascal Wehrlein turun di sesi pagi.
"Rio kemungkinan turun sore ini ke lintasan untuk tes MRT05," ujar Media Relations Rio Haryanto, Cep Goldia.
Namun demikian, Goldia belum tahu berapa lap yang bakal dilahap oleh pembalap berusia 23 tahun tersebut. "Kita lihat saja nanti," katanya menambahkan.
Manor Racing juga memberikan keterangan melalui akun Twitter resminya siang ini. "Memulai hari kedua di Barcelona dengan Pascal (Wehrlein) melakukan lap pemanasan sebelum sesi pagi. Rio mendapat bagian turun lintasan pada sesi sore," tulis Manor.
Pada hari kedua tes, Wehrlein telah melahap 12 lap. Ia mencatatkan waktu terbaik, 1 menit, 28,4 detik yang menempatkannya di posisi keenam klasemen untuk sementara.

(Sumber: Liputan6)

Rabu, 24 Februari 2016

Sinopsis Film Sang Pencerah

Judul film : Sang Pencerah.
Sutradara : Hanung Bramantyo.
Penulis : Hanung Bramantyo.
Pemeran : Lukman Sardi, Zaskia A. Mecca, Slamet Rahardjo, Giring Nidji, Ikhsan Idol, Ikranegara,Sudjiwo Tedjo.
Produksi : MVP Pictures.
Jenis Film : Drama Islami.
Durasi : 112 menit.




Sang Pencerah adalah sebuah film Indonesia tahun 2010 yang mengangkat kisah nyata pendiri Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan. Film ini bergenre Drama islami. Versi novel film ini, juga berjudul Sang Pencerah, ditulis oleh Akmal Nasery Basral, novelis yang juga wartawan majalah tempo.Film yang diproduksi atas kerja sama PT Wanna B Pictures dengan PT MVP Pictures.yang didedikasikan kepada KH. Ahmad Dahlan dan perjuangannya dalam mendirikan Muhammadiyah. Film berlatar belakang sejarah di akhir abad ke-19 yang menceritakan sepak terjang Muhammad Darwis, atau yang kemudian dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan.
Tahun 1868 kauman merupakan kampong islami terbesar di Yogyakarta dengan masjid besar sebagai pusat kegiatan agama dipimpin seorang penghulu kamaludiningrat.saat itu islam terpengaruh ajaran syeh siti jenar yang meletakan raja sebagai perwujudan tuhan masyarakat meyakini titihan raja adalah sabda tuhan syariat islam bergeser kearah tahayul atau mistik.sementara itu kemiskinan dan kebodohan merajalela akibat politik tanam paksa pemerintah belanda.agama tidak bias mengatasi keadaan terlalu sibuk dengan takhayul yang bertentangan dengan al-quran dan sunnah rasul Muhammad saw.
Film ini melakukan syuting di kota Yogyakarta, Ambarawa Semarang, Jakarta dan Bogor Sebenarnya hanya digunakan sebgai setting utama dalam film ini. Lebih tepat nya ada di Yogyakarta dan lebih sempit lagi di Kauman, di sekitar keraton Yogya. Tempat ini dipilih untuk melakukan syuting karena menurutnya sudah sangat sulit menampilkan kembali suasana kota Yogyakarta khususnya Kauman di tahun 1800.
Alur cerita berkisah tentang K.H. Ahmad Dahlan yang
di dalamnya berisi tentang semangat anak muda, patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemikiran-pemikirannya. Muhammad Darwis (Ikhsan Idol) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan setelah pulang dari Mekkah. Ahmad Dahlan kemudian diperankan oleh Lukman Sardi. Di usianya yang masih cukup muda (awal 20-an), Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat.
Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Film Sang Pencerah ini merupakan salah satu film yang layak untuk ditonton. Hal ini berkaitan dengan tema film yang menonjolkan nasionalisme terhadap agama Islam Muhamadiyah. Hadirnya film ini diharapkan pula menggugah para penonton untuk saling mengerti antara perbedaan agama islam yang biasa dengan yang muhamadiyah dan agama muhamadiyah itu merupakan agama yang diturunkan oleh Allah,serta agama yang baik dan patut dihormati.film ini memiliki dampak yang positif dan negatif. Dampak positif nya orang akan saling menghormati antara sesame, orang akan merasa takut akan datangnya hari kiamat, dan mereka akan berusaha berbuat baik setelah nonton film itu. Dampak negatif nya adalah kekhawatiran terjadinya salah paham antara sesame, cerita ini bertentangan dengan syariat Islam juga merusak aqidah umat Islam. sebab, sudah menjadi keyakinan umat Islam bahwa kiamat akan datang tapi kan datangnya, tak ada satupun makhluk yang tahu hanya Allah SWT yang tahu. Selain itu film juga memberikan hiburan tersendiri bagi penikmatnya karena mengandung unsur Islam.

Selasa, 23 Februari 2016

Mengenang Buya Hamka


REPUBLIKAPENERBIT, -- Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa disapa dengan Buya Hamka memang sosok yang tak asing di Indonesia. Ia adalah tokoh dan panutan umat yang sangat disegani. Ulama dan mufasir (ahli tafsir) asal Maninjau (Sumatra Barat) ini, bahkan terkenal hingga ke mancanegara, termasuk di Timur Tengah. Namanya melambung tinggi berkat karyanya yang sangat fenomenal, yakni Tafsir Al-Azhar yang ditulisnya saat berada dalam penjara.
Keberhasilannya dalam menafsirkan Alquran dan ditulis saat berada di penjara mengingatkan pada perjuangan Sayyid Quthb, seorang tokoh Muslim yang juga berhasil menulis tafsir Alquran, Fi Zhilal Al-Qur'an (Di bawah Lindungan Alquran). Karya Sayyid Quthb ini juga ditulis saat berada di penjara.
Keduanya memiliki gerak dan langkah perjuangan yang hampir sama. Keduanya sama-sama dipenjara karena ketegasan dan kekritisannya dalam menentang sikap dan kebijakan pemerintah yang dianggap berbuat semena-mena terhadap masyarakat.
Salah satu bukti ketegasan sikapnya itu adalah saat Buya Hamka mengeluarkan fatwa haram tentang ucapan selamat Natal oleh umat Islam kepada kelompok yang merayakannya. Fatwa itu dikeluarkan pada 1 Jumadil Awal 1401 atau 7 Maret 1981.
Tak heran, akibat keluarnya fatwa ini, menteri Agama saat itu, Alamsyah Ratuprawiranegara, kecewa. Sebab, pada saat itu menag sedang menyosialisasikan program Tri Kerukunan, yakni kerukunan intern (di dalam) umat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Menag kecewa dengan fatwa Buya Hamka yang saat itu menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebab, terbitnya fatwa itu bisa “mengancam” proyek kerukunan yang sedang diinisiasi menag.
Namun, Buya Hamka tetap keukeuh, tak tergoyahkan. Walau badai terus menerjang, Buya Hamka enggan menarik fatwa yang sudah dikeluarkan. Bahkan, melalui rublik “Hati ke Hati” di majalah Panji Masyarakat edisi 324/1981, Buya Hamka menulis artikel berjudul “Bisakah Suatu Fatwa Dicabut.” Dalam artikel itu, Buya Hamka mencurahkan suara hati terdalam tentang makna kerukunan umat beragama yang cenderung menyimpang di kalangan umat.
Banyak pihak meminta Buya Hamka menarik atau mencabut fatwa itu. Tapi, lagi-lagi Buya Hamka teguh memegang prinsip. Maka, beberapa saat sebelum berangkat ke Irak, ditemani putranya, Rusydi Hamka, Buya mendatangi lembaga Departemen Agama, kantor Menag Alamsyah Ratuprawiranegara. Buya menitipkan sebuah surat yang berisi beberapa kalimat. Salah satunya kalimatnya bertuliskan: “Masa ia saya harus mencabut fatwa.” Tak lupa pula, Buya Hamka menyampaikan pengunduran dirinya sebagai ketua umum MUI pada 21 Mei 1981. Dua bulan kemudian, ulama teladan ini berpulang ke rahmatullah, tepatnya pada 24 Juli 1981.
Mundurnya Buya Hamka dari jabatan itu bagaikan tamparan keras bagi pemerintah. Sebab, pemerintah menginginkan fatwa yang dicabut, bukan mundurnya Buya Hamka. Tapi, Buya Hamka juga menunjukkan sikap tegasnya dengan mundur dari jabatan MUI tanpa mau mencabut fatwa yang sudah dikeluarkan itu.
Itulah salah satu bukti keteguhan seorang ulama yang ingin ibadah umat tetap terjaga dari hal-hal yang bisa menjerumuskan pada kekafiran.
Sumber: Republika

Tahukah Anda tentang Tokoh Pendiri Muhammadiyah?


K.H. Ahmad Dahlan yang mempunyai nama kecilMuhammad Darwisy adalah seorang pahlawan nasional yang juga pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Ia bergabung sebagai anggota Boedi Oetomo yang merupakan organisasi kepemudaan pertama di Indonesia. Ia adalah sosok pemuda pembaharu yang sangat mengedapankan idealisme dalam hidupnya terutama dalam bidang pendidikan. Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi wiraswasta yang cukup menggejala di masyarakat. Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi Jam’iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Kyai Haji Ahmad Dahlan (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta. KH. Ahmad Dahlan dimakamkan di KarangKajen, Yogyakarta.

Kyai Haji Ahmad Dahlan (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta. KH. Ahmad Dahlan dimakamkan di KarangKajen, Yogyakarta.

Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, disamping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah.

Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.

Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).


Hari Kelahiran Bahasa Indonesia, Kapan?


DEPOK, KOMPAS.com — Sejarah kelahiran Bahasa Indonesia belum mendapat tempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, hari kelahiran Bahasa Indonesia tanggal 2 Mei juga belum diketahui secara luas.
"Kami sudah meminta kepada Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional untuk bisa meresmikan hari kelahiran Bahasa Indonesia setiap tanggal 2 Mei, bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. Sebab, dalam kajian memang kelahiran Bahasa Indonesia pada tanggal tersebut," kata Hermina Sutami, Kepala Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, di Depok, Senin (3/5/2010).
Untuk memperingati hari Kelahiran Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UI sudah empat kali menggelar seminar nasional dan internasional. Pada tahun keempat ini, temanya "Periodisasi dalam Sejarah Bahasa Indonesia".
Hermina mengatakan, berdasarkan penelitian ahli linguistik UI, Harimurti Kridalaksana, pencipta nama Bahasa Indonesia adalah M Tabrani dalam Kongres Pemuda I tanggal 2 Mei 1926. Karena itu, pemerintah lewat Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional layak memberikan gelar tersebut kepada beliau.


Penulis: KOMPAS Ester Lince Napitupulu
Editor: Glo


Mars Muhammadiyah



MARS MUHAMMADIYAH

Sang Surya Telah Bersinar
Shahadat Dua Melingkar
Warna Yang Hijau Berseri
Membuatku Rela Hati

Yaa Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku

Di Timur fajar Cerah Gemerlapan
Mengusik Kabut Hitam
Menggugah Kaum Muslimin
Tinggalkan Peraduan

Lihatlah Matahari Telah Tinggi
Di Ufuk Timur Sana
Seruan Illahi Rabbi
Samina Wa Atthona

Yaa Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku